Dilahirkan di Ulee-lee, Banda Aceh pada 17 Juli 1899 dari seorang Panglima (kepala daerah) Sagi XXVI Mukim, Teuku Nyak Banta dan ibunya bernama Cut Nyak Rayeuh. Lulus dari OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) di Banten pada tahun 1915, ia memang disiapkan sebagai pegawai pamongpraja atau Panglima untuk menggantikan ayahnya. Teuku Nyak Arif adalah sosok yang berwatak keras, berani, dan cerdas. Ia sangatlah membenci Belanda karena membawa kesengsaraan rakyat Aceh. Kebenciannya kepada Belanda inilah yang menyebabkan ia bersikap melawan. Dimulai dari tidak mau menerima tunjangan yang disediakan pemerintah untuk anak-anak Aceh yang belajar di luar Aceh. Bahkan ketika di sekolah pun ia tidak mau tunduk kepada perintah gurunya. Nyak Arif adalah seorang nasionalis Indonesia yang mengkuti faham nasionalisme NIP (Nederlandsh Indische Partij) pimpinan tiga serangkai. Sebagai Panglima Sagi XXVII, ia menjalankan peraturan pemerintah dengan kebijaksanaan dan memperhatikan kepenti...
Just love to share everything | Instagram : hanny_verryna | Youtube : hanny verryna | Facebook : hanny.verryna |